Self-Harm, Bukan Sekedar Menyakiti Diri
- 05 July 2023
Setiap orang bisa menjadi ayah, namun ternyata tidak semua ayah menjalankan perannya dalam pengasuhan anak. Padahal, peran ayah bagi perkembangan anak tidak kalah penting dengan peran ibu. Peran ini berdampak besar pada perkembangan anak dan membentuk kepribadian mereka di masa mendatang.
Dalam perkembangan emosional, ayah dapat menekankan pentingnya aturan serta memastikan aturan tersebut dijalankan oleh anak mereka. Anak-anak juga memerlukan rasa aman secara fisik dan emosional dari kehadiran ayah mereka. Banyak studi yang menyatakan bahwa ketika ayah dapat memberikan kasih sayang dan dukungan kepada anak mereka, perkembangan kongitif dan sosial anak dapat berkembang lebih baik (Jieun, Hyoun, Capaldi, & Snodgrass, 2021). Lebih lanjut, untuk mendukung perkembangan sosial, ayah tidak hanya mendukung perkembangan kepribadian anak, tetapi juga cara anak dalam berelasi dengan orang lain. Cara ayah dalam memperlakukan anak, membekali mereka untuk dapat berelasi dengan orang lain. Selain itu, persepsi anak terhadap relasinya dengan ayah mereka dapat mendasarkan mereka untuk memilih teman, pacar, dan pasangan.
Lalu bagaimana jika ayah tidak ada atau kurang terlibat dalam pengasuhan anak? Ketidakhadiran ayah dalam kehidupan anak sudah menjadi hal yang biasa. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh U.S Census Bureau tahun 2019 (dalam Edwards, 2020), hampir 16 juta anak atau sekitar 21% anak hanya tinggal dengan ibu, dibandingkan tahun 1960 yang hanya sekitar 8%. Keterlibatan ayah yang minim menjadi fenomena yang umum terjadi dalam budaya patriarki, termasuk di Indonesia. Dalam konteks budaya patriarki, ibu dituntut lebih berperan dalam urusan domestik dan mengurus anak. Sementara, ayah dituntut untuk bertanggung jawab dalam mencari nafkah. Selain itu, minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan juga dapat dipengaruhi ketidaktahuan ayan terkait cara mengasuh dan tidak adanya model/ acuan yang bisa ditiru.
Secara statistik, ketidakhadiran ayah dalam perkembangan anak dapat berdampak pada beberapa hal (Kruk, 2012), diantaranya adalah konsep diri yang rendah, masalah perilaku, buruknya performa akademik dan meningkatkan kemungkinan bolos sekolah, kecenderungan melakukan perilaku kriminal, perilaku seksual pranikah dan kehamilan pada usia remaja, penyalahgunaan obat dan alkohol, tidak memiliki tempat tinggal, penganiayaan, masalah kesehatan fisik, masalah relasi di masa mendatang, serta gangguan kesehatan mental.
Di sisi lain, bagaimana jika keterlibatan ayah memang rendah dan/ atau ayah tidak hadir dalam pengasuhan anak? Tentunya setiap keluarga, memiliki dinamikanya masing-masing. Adakalanya ayah memang tidak ada atau kehadiran ayah justru berpotensi membahayakan anak. Misalnya, memaksakan anak berada dalam situasi rumah tangga yang penuh konflik, sebenarnya juga dapat berdampak pada rendahnya kesejahteraan anak (Grover, 2016). Dalam situasi seperti ini, relasi orangtua yang buruk dapat memperburuk kondisi anak dibandingkan anak diasuh hanya salah satu orang tua, dalam hal ini adalah ibu.
Berdasarkan uraian tersebut, peran dan keberadaan ayah dapat berdampak positif bagi perkembangan anak jika kualitasnya baik. Ayah perlu tampil sebagai sosok yang mendukung dan sensitif terhadap kebutuhan anak (Landsford, 2021). Ayah juga diharapkan dapat memiliki relasi positif yang terus-menerus dijalin dengan anak. Anak tidak dapat memilih ayah mereka, namun mereka dapat mencari figur ayah, role model, ataupun mentor. Perlu diketahui bahwa bertumbuh dan berkembang dalam situasi yang ideal, dimana didalamnya terdapat ayah dan ibu, tidak menjamin munculnya kebahagiaan. Kita dapat memfokuskan diri pada siapa yang ada, bukan siapa yang tidak ada (Grover, 2016).
Referensi:
Edwards, B. G. 2020. The effcts of absent fathering on children’s well-being: Nearly 16 million children – about 21% - live without fathers. https://www.psychologytoday.com/us/blog/progress-notes/202004/the-effects-absent-fathering-childrens-well-being
Grover, S. 2016. Boys without fathers: 3 myths, 3 miracles: “who’s missing” from a child’s life isn’t as important as “who’s there.” https://www.psychologytoday.com/us/blog/when-kids-call-the-shots/201606/boys-without-fathers-3-myths-3-miracles
Jieun, C., Hyoun, K. Capaldi, D., Snodgrass, J. 2021. Long Term Effect of Father Involvement in childhood on their son’s physiological stress regulation system in adulthood. Published in final edited form as: Dev Psychobiol. 2021 Sep; 63(6): e22152.
Kruk, E. 2012. Father absence, father deficit, father hunger: The vital importance of paternal presence in children’s lives. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/co-parenting-after-divorce/201205/father-absence-father-deficit-father-hunger
Landsford, J. E. 2021. The importance of fathers for child development: How fathers contribute to children’s well-being. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/parenting-and-culture/202106/the-importance-fathers-child-development